Showing posts with label TKJ. Show all posts
Showing posts with label TKJ. Show all posts

Thursday, 18 January 2018

Pengenalan Perangkat Jaringan

Pengenalan Perangkat Jaringan






       Sudah tau arti dari TKJ dan apa itu TKJ ? sekarang saya mau memberikan referensi yang sudah saya rangkum tentang apa itu pengenalan jaringan dan apa itu perangkat jaringan.

A. Pengertian
Perangkat jaringan komputer adalah perangkat yang digunakan untuk mencapai tujuan dari jaringan komputer .

B. Latar Belakang
Karena sekarang ini banyak beragam perangkat jaringan komputer yang harus diketahui

C. Maksud Dan Tujuan
Untuk Mengetahui macam macam perangkat jaringan komputer

D. Macam Macam Perangkat Jaringan
1. Repeater

Repeater adalah suatu perangkat jaringan yang mampu mengubah sinyal yang lemah menjadi sinyal yang kuat untuk meningkatkan jangkauan jaringan. Semakin jauh jarak pemancar ( source )data dengan penerima ( receiver ), maka kekuatan sinya melemah. Maka disini kita dapat menggunakan repeater sebagai penguat sinyal. Repeater bekerja dilapisan physical pada layer OSI. Repeater biasanya digunakan pada topologi ajringan bus.

Kekurangannya adalah dapat menyebabkan wilayah tabrakan data, sehingga mengurangi performance jaringan.

2. Hub

Hub juga sama halnya dengan repeater berfungsi sebagai penguat sinyal agar sampai ke tujuan pemancar dimana saat jarak antara oemancar dan penerima berjauhan.. Hub adalah sebuah perangkat yang menyatukan setiap kabel-kabel network ke dalam satu workstation server atau perangkat lain. Hub memiliki banyak slot concentrator yang mana dapat dipasang menurut nomor port dari card yang dituju. Hub sering juga disebut dengan multi-port repeater, hub sering digunakan pada topologi star. Kekurangannya memperluas wilayah tabrakan sehingga menegurangi performance jaringan.

Hub mendukung half-dupleks mode dimana hanya memiliki satu domain collusion untuk semua port, artinya hanya dapat dikirim atau diterima secara bergantian.

3. Switch

Switch adalah network device yang bekerja dilapisan 2 yaitu data link. Switch memiliki jumlah port yang banyak, disebut juga multi bridge. Kelebihannya switch akan mengurangi ukuran daerah tabrakan data. Sama seperti sebuah bridge, switch dapat mengatur akhir data akan dikirimkan.

4. Router

Router adalah perangkat jaringan yang mampu melewatkan satu pakey data dari satu network ke network yang lain. Router menggunakan IP address sebagai dasar keputusannya untuk melewat kan sebuah paket data.

Router akan mencari jalur yang terbaik untuk mengirimkan sebuah pesan yang berdasarkan atas alamat tujuan dan alamat asal.

5. Bridge
Disaat muncul kemacetan data pada transmisi maka digunakanlah bridge sebagai alat bantu untuk membuat saluran baru agar data dapat dibagi . berbeda dengan HUB dan repeater , bridge dapat menentukan tujuan akhir dari pengiriman data karena mampu bekerja pada lapisan OSI data link.
Bridge merupakan perangkat jaringan yang lebih cerdas dari pada repeater dan hub. Kekurangan dari bridge adalah tidak bisa memblokir paket broadcast layer 2. Bridge membagi satu buah jaringan kedalam dua buah jaringan. Bridge juga dapat digunakan untuk mengkoneksi diantara network yang menggunakan tipe kabel yang berbeda ataupun topologi yang berbeda pula.

Kabel

Perangkat jaringan yang digunakan untuk menghubungkan satu buah perangkat ke perangkat lain, misalnya menghubungkan dari PC ke Hub, switch, atau dari hub, switch ke router.

6. Kabel LAN
Kabel LAN dipakai untuk menghubungkan perangkat jaringan yang jarak jangkauannya tidak terlalu jauh.


7. Kabel WAN
Kabel WAN dipakai untuk menghubungkan perangkat jaringan dari suatu tempat ke tempat lain.

9. Modem

Modem merupakan singkatan dari Modulator. Modem digunakan sebagai alat untuk mengubah data dari bentuk sinyal analog atau sebaliknya dari analog ke digital. Modem dihubungkan ke komputer dengan menggunakan sebuah interface. Interface modem terdiri dari beberapa bagian yaitu :
- Plugs
- Soket
- Pin
- Dan, kabel.

Macam-macam modem :

a. Internal modem, berjenis kartu sirkuit yang tertancap pada salah satu slot ekspansi pada mainboard, modem internal memiliki keceptan men-download informasi sekitar 56 Kbps. Keuntungannya adalah, lebih hemat tempat dan dari segi harga lebih ekonomis dibandingkan dengan modem eksternal. Modem ini tidak membutuhkan adaptor sehingga system terkesan ringkas tanpa ada banyak kabel yang berantakan. Kelemahannya adalah, tidak adanya indikator seperti halnya yang terdapat pada modem eksternal, akibatny kita mengalami kesulitan dalam mengecek status modem, juga menyebabkan power supply menjadi keberatan karena sumber tegangan diambil olehnya.

b. Eksternal Modem, adalah modem yang dikemas dalam berbagai bentuk, terdapat diluar CPU, modem ini dihubungkan ke CPU melalui kabel ke port COM1 atau USB ( Universal serial Bus ). Keuntungan menggunakan modem ini adalah bisa dibawa kemana-mana, karena bersifat mobile selain itumenggunakan modem ini merupakan solusi dari kelemahan modem internal.

E. Kesimpulan
Dengan Mempelajari Perangkat Jaringan Tersebut kita dapat mengetahui jenis jenis apa saja, tentang Perangkat Jaringan itu.

F. Referensi
http://gowblogg.blogspot.co.id/2009/12/pengenalan-perangkat-jaringan-komputer.html
My Partner at BLC Telkom 

Teknik Komputer dan Jaringan

TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN







        Jadi kalian anak TKJ? udah tau belum apa itu TKJ jangan cuma "TKJ Katanya Bisa . . . ."  :v oke" kita langsung bahas aja apa itu TKJ jadi TKL itu . . .  di bawah ada ko' jangan males baca ya . . . 

A. Latar Belakang

Untuk membagikan pengertian dari Teknik Komputer dan Jaringan lebih dalam lagi.


B. Maksud Dan Tujuan

 Maksud dan tujuan saya adalah untuk memberitahu kepada  kalian yang mengaku TKJ untuk lebih mengenal lebih dalam lagi dan tahu arti sesungguhnya dari TKJ.


C. Pengertian


TKJ Atau Teknik Komputer dan Jaringan merupakan Sebuah Kejuruan yang hanya ada di STM/SMK yang mempelajari tentang cara merakit Komputer, Jaringan, Sistem Operasi, Menganalisa Hardware dan Software, dan menginstalasi Program Komputer.  

Teknik atau bahasa Inggrisnya engineering adalah penerapan ilmu dan teknologi untuk menyelesaikan permasalahan manusia.
Komputer adalah alat yang dipakai untuk mengolah data menurut prosedur yang telah dirumuskan. Kata computer pada awalnya dipergunakan untuk menggambarkan orang yang perkerjaannya melakukan perhitungan aritmetika, dengan atau tanpa alat bantu, tetapi arti kata ini kemudian dipindahkan kepada mesin itu sendiri

Jaringan komputer (jaringan) adalah jaringan telekomunikasi yang memungkinkan antar komputer untuk saling berkomunikasi dengan bertukar data. Tujuan dari jaringan komputer adalah agar dapat mencapai tujuannya, setiap bagian dari jaringan komputer dapat meminta dan memberikan layanan (service). Pihak yang meminta/menerima layanan disebut klien (client) dan yang memberikan/mengirim layanan disebut peladen (server). Desain ini disebut dengan sistem client-server, dan digunakan pada hampir seluruh aplikasi jaringan komputer  


D. Kesimpulan

Dari Pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa TKJ Atau Teknik Komputer dan Jaringan merupakan Sebuah Kejuruan yang mempelajari tentang cara merakit Komputer, Jaringan, Sistem Operasi, Menganalisa Hardware dan Software, dan menginstalasi Program Komputer. Jika kalian ingin mengambil suatu jurusan, seharusnya kalian tau apa jurusan  yang kalian ambil itu, dan pelajaran apa yang dipelajari dari jurusan tersebut. Karena sekarang ini jurusan TKJ merupakan jurusan yang sangat populer/banyak peminatnya, meskipun banyak sekali saingan dari jurusan TKJ yaitu jurusan RPL (Rekayasa Perangkat Lunak), jurusan Multimedia, dan lain-lain. Jurusan TKJ sangatlah mudah untuk dipelajari hanya modal kemauan untuk belajar dan belajar.


E. Referensi

https://id.wikipedia.org/wiki/Jaringan_komputer
https://id.wikipedia.org/wiki/Komputer
https://id.wikipedia.org/wiki/Teknik
MY Partner at BLC Telkom

Tuesday, 16 January 2018

7 Osi Layer


OSI LAYER


     Jumpa lagi kawan dengan saya, sebelum kita masuk ke pembuatan topologi jaringan dan masuk ke pengaturan konfigurasi jaringan ada yang harus kita ketahui terlebih dahulu yaitu OSI LAYER, apa si itu osi layer? kenapa harus ada osi layer?. Untuk mengetahui topik tersebut mari kita bahas bersama . . .

a.Pengertian


        
b. Latar Belakang
       Karena sebelum pembangunan konfigurasi jaringan maka harus memahami terlebih dahulu subnetting dan OSI Layer

c.Maksud dan Tujuan
        Mengetahui pengolaan dan tata struktur pengolaan data.

Apa itu osi layer ?      
       OSI Layer adalah standar komunikasi yang diterapkan didalam jaringan komputer. Standar itulah yang menyebabkan seluruh alat komunikasi dapat saling berkomunikasi melalui jaringan. OSI sendiri merupakan singkatan dari Open System Interconnection. Model ini disebut juga dengan model "Model tujuh lapis OSI" (OSI seven layer model).
      
Apa kegunaan dari 7 osi layer ? 
        Di dalam jaringan komunikasi, model  layer-layer dalam proses pengiriman data tersebut distandardisasi oleh suatu badan standardisasi. Tujuannya agar semua proses pembelajaran dan pengembangan jaringan komunikasi diseluruh dunia memiliki pedoman yang sama sehingga nantinya tidak tumpang tindih. Setiap bandar standardisasi membuat standar suatu layer berbeda-beda sesuai dengan hasil penelitian mereka mengenai karakteristik kerja hardware dan software dalam jaringan. Salah satu badan standardisasi yang melakukan standardisasi layer pada jaringan komunikasi yang cukup banyak diakui dan digunakan di seluruh dunia adalah ISO (International Standards Organization). ISO adalah organisasi multinasional yang didirikan pada tahun 1947 untuk menentukan kesepakatan dunia dalam standar internasional. ISO mengeluarkan model standar untuk jaringan komunikasi yang dirilis pada tahun 1970. Model Standar yang dikeluarkan oleh ISO disebut OSI (Open Systems Interconnection) Layer atau 7 OSI Layer, karena terdapat 7 layer. Berikut ini standar model 7 OSI Layer yang dikeluarkan oleh ISO.

· Application
Application layer menyediakan jasa untuk aplikasi pengguna, layer ini bertanggungjawab atas pertukaran informasi antara program computer, seperti program e-mail dan servis lain yang berjalan di jaringan seperti server printer atau aplikasi computer lainnya.
Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan. Mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Protocol yang berada dalam lapisan ini adalah 

1. HTTP (Hyper Text Transfer Protocol)
2. FTP (File Transfer Protocol)
3. NFS (Network File System)
4. DNS (Domain Name System)
5. POP3 (Post Office Protocol)
6. MIME (Multipurpose Internet Mail Extension)
7. SMB (Server Message Block)
8. NNTP (Network News Transfer Protocol)
9. DHCP (Dynamic Configuration Protocol)


· Presentation
Presentation layer bertanggungjawab bagaimana data dikonversi dan di format untuk transfer data. Contoh konversi format text ASCII untuk dokumen, .GIF dan .JPG untuk gambar layer ini membentuk kode konversi, trnslasi data, enkripsi dan konversi.
Berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi kedalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protocol yang berada dalam level ini adalah perangkat lunak director (redictor Software). Seperti llayanan worksatation (dalam Windows NT) dan juga Network Shell ( semacam Virtual Network Computing) (VNC) atau Remote Dekstop Protocol (RDP).

· Session
Session layer menentukan bagaimna dua terminal menjaga, memelihara dan mengatur koneksi. Bagaimna mereka saling berhubungan satu sama lain. Koneksi di layer di sebut “session”.
Berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara atau di hancurkan. Selain itu, di level inio juga dilakukan resolusi nama.

· Transport
Transport layer bertanggung jawab membagi data menjadi segmen, menjaga koneksi logika “end – to _ end” antar terminal, dan menyediakan penanganan error (error handling)
Berfungsi untuk memecahkan data kedalam paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan yang telah diterima. Selain itu, pada level ini juga membuat tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement) dan mentransmisikan ulang terhadap paket-paket yang hilang di tengah jalan.

· Network
Network layer bertanggung jawab menentukan alamat jaringan, menentukan rute yang harus diambil selama perjalanan, menjaga antrian tafik di jaringan. Data pada layer ini berbentuk “Paket”.
Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat Header untuk paket-paket dan kemudian melakukan routing melalui internet-working dengan menggunakan router dan switch layer 3.

· Datalink
Data link layer menyediakan link untuk data. Memaketkannya menjadi frame yang berhubungan dengan “hardware” kemudian diangkut melalui media komunikasinya dengan kartu jaringan, mengatur komunikasi layer physical antara system koneksi dengan penaganan error.
Berfungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokan menjadi format yang disebut sebagai frame. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras( seperti halnya di Media Access Control Address ( MAC Address), dan menetukan bagaimna perangkat perangkat jaringan seperti hub, bridge, repeater dan switch layer 2 beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi level; ini menjadi dua level anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC)dan lapisan Media Access Control (MAC).

· Physical
Physical layer bertyanggung jawab atas proses data menjadi bit dan mentransfernya melalui media (seperti kabel) dan menjaga koneksi fisik antar system.
Berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnya Ethernet atau token Ring), topologi jaringan dan pengkabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana Networl Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio. 

Kesimpulan
       Osi layer merupakan alur lalu lintas paket data dan didalamnya terdapat urutan, jadi sangat penting dalam dunia IT untuk mengetahui dan memahami prinsip dan cara kerja 7 osi layer tersebut.

Referensi

Monday, 15 January 2018

Subneting IPV4 class C

IPV4 SUBNETING





Pendahuluan
a.Pengertian
        Subnetting adalah sebuah teknik yang mengizinkan para administrator jaringan untuk memanfaatkan 32 bit IP address yang tersedia dengan lebih efisien. Teknik subnetting membuat skala jaringan lebih luas dan tidak dibatas oleh kelas-kelas IP (IP Classes) A, B, dan C yang sudah diatur. Dengan subnetting, anda bisa membuat network dengan batasan host yang lebih realistis sesuai kebutuhan.

         Subneting juga mempermudah dalam pengelolaan dan kinerja jaringan. Jika
subneting dianalogikan dalam kehidupan nyata, maka akan seperti gambar
dibawah. Dengan pengaturan subneting, maka akan terbentuk seperti gang-gang
kecil ke komplek masing-masing sehingga mudah dalam membedakan jaringan
dan pengiriman data ke tujuan. 

b.Latar Belakang dan Latar Permasalahan
Beberapa dari kita mungkin masih ada yang bingung dengan subneting, bahkan yang tidak mengetahui mengenai subneting dan main asal memasukan IP maka settingannya hanya sia-sia saja karna tidak akan berfungsi. 

c.Maksud dan Tujuan
Agar subnet dapat bekerja, router harus diberi tahu bagian mana dari host ID yang digunakan untuk network ID subnet. Cara ini diperoleh dengan menggunakan angka 32 bit lain, yang dikenal dengan subnet mask. Bit IP address yang mewakili network ID tampil dengan angka 1 di dalam mask, dan bit IP address yang menjadi host ID tampil dengan angka 0 di dalam mask. Jadi biasanya, sebuah subnet mask memiliki deretan angka-angka 1 di sebelah kiri, kemudian diikuti dengan deretan angka 0.
Sebagai contoh, subnet mask untuk subnet di Picture 1 – dimana network ID yang berisi 16 bit network ID ditambah tambahan 4-bit subnet ID – terlihat seperti ini:

11111111 11111111 11110000 00000000

Atau dengan kata lain, 20 bit pertama adalah 1, dan sisanya 12 bit adalah 0. Jadi, network ID memiliki panjang 20 bit, dan bagian host ID yang telah disubnetkan memiliki panjang 12 bit.
Untuk menentukan network ID dari sebuah IP address, router harus memiliki kedua IP address dan subnet masknya. Router kemudian menjalankan operasi logika AND di IP address dan mengekstrak (menghasilkan) network ID. Untuk menjalankan operasi logika AND, tiap bit di dalam IP address dibandingkan dengan bit subnet mask. Jika kedua bit 1, maka hasilnya adalah, Jika salah satu bit 0, maka hasilnya adalah 0.
Sebagai contoh, berikut ini adalah contoh network address yang di hasilkan dari IP address menggunakan 20-bit subnet mask dari contoh sebelumnya. 

 d.Hasil yang Diharapkan
Agar mendapatkan perhitungan IP yang sesuai

Proses Pengerjaan
Dalam pembahasan ini, kita akan belajar untuk mengerjakan berbagai variasi soal
subneting. Soal subnetingnya sebagai berikut guys.
Carilah total ip, netmask, ip network, broadcast dan host untuk masing-masing ip
dibawah:


192.168.10.10/25
 
Langsung uji LAB :
a.Total IP
: 128
Didapat dari 2^7 = 128, 7 merupakan Host ID dari subnet /25
b. Netmask
: 255.255.255.128
Didapat dari 256 – Total IP = 256 – 128 = 128 menjadi
255.255.255.128
c.IP Network
: 192.168.10.0
Jumlah subnet adalah 2^1, 1 adalah Subnet ID. IP 192.168.2.10
masuk dalam subnet ke-1 karena berada dalam range 0-127
sehingga IP Networknya 192.168.10.0
d. Broadcast : 192.168.10.127
IP Network setelahnya dikurangi 1 => 192.168.10.128 – 1 =
192.168.10.127
eHost
: 192.168.10.1 – 192.168.10.126
Jumlah ip yg dapat dipakai adalah 126 didapat dari 128 – 2 karena
dipakai untuk IP Network dan broadcast. 

Kesimpulan
Dengan adanya subneting ini akan membantu kita dalam perhitungan subnet pada kelas C.
     Sekian dari saya bila ada kesamaan ide atau refrensi mungkin itu hanya kebetulan semata.

Sunday, 14 January 2018

Pembuatan Kabel Jaringan

Membuat Kabel UTP STRAIGHT & CROSS

 

Pendahuluan
    Oke . . . Selebelumnya kita telah mengetahui tentang jaringan dan bagaimana jaringan itu bekerja.
Kali ini kita akan membuat kabel jaringan yang perannya sangat penting dalam jalannya alur lalu lintas jaringan tersebut. Dalam pembuatan kabel jaringan ada dua antara lain straight dan cross. Apa itu kabel straight dan cross mari kita lanjut membaca.

a.Pengertian
Kabel UTP adalah salah satu kabel jaringan yang menghubungkan antara dua device yang sama atau pun yang berbeda. Kabel UTP memiliki 2 bagian kebel yaitu bagian luar kabel dan bagian dalam yang memiliki 8 buah  kabel lagi di dalamnya, antara lain putih orange, orange, putih hijau, hijau, putih biru, biru, putih coklat, coklat.
   Kabel straight, adalah kabel jaringan yang cara pembuatan kabel jaringan antara ujung satu dengan ujung lainnya digunakan untuk menghubungkan antara dua device yang berbeda. Antara lain ;
  • Menghubungkan antara computer dengan switch
  • Menghubungkan computer dengan LAN pada modem cable/DSL
  • Menghubungkan router dengan LAN pada modem cable/DSL
  • Menghubungkan switch ke router
  • Menghubungkan hub ke router
   Kabel  cross, adalah kabel jaringan yang digunakan untuk membuat kabel jaringan yang digunakan untuk menghubungkan antara dua device yang sama.
  • Menghubungkan 2 buah komputer secara langsung
  • Menghubungkan 2 buah switch
  • Menghubungkan 2 buah hub
  • Menghubungkan switch dengan hub
  • Menghubungkan komputer dengan router
b. Latar Belakang dan Batasan Permasalahan
     Internet merupakan media informasi yang tidak bisa lepas dari kehidupan masyarakat saat ini. Salah satu indikatornya adalah bisa dilihat dari banyaknya warung-warung internet yang menyediakan koneksi internet bagi pelanggannya, seperti perusahaan dan perkantoran.     
     Seiringnya dengan perkembangan teknologi yang kita ketahui adanya alur lalu lintas jaringan ada dua, antara lain jaringan kebel dan jaringan nirkabel. Namun jaringan dengan kabel atau pun nirkabel tentu ada kelebihannya masing-masing.

c.Maksud dan Tujuan
     Mengerti dan memahami tentang pembuatan kabel jaringan yang baik dan benar.     

d. Hasil yang diharapkan
     Diharapkan dapat membuat secara mandiri kabel jaringan dan mengetahui apa itu kabel jaringan.

Alat dan Bahan 
  • Crimping tool
  • Kabel UTP
  • Lan Tester
  • RJ-45 secukupnya
Jangka Waktu Pelaksanaan
kurang lebih 5 menit.

Tahap Pelaksaan 
  1. 1. Siapkan kabel UTP jaringan secukupnya 
  2. 2. Kupas kabel dengan cara memutar bagian kabel jaringan menggunakan bagian melengkung pada crimping tool yang digunakan untuk mengupas bagian luar kabel 
  3. Urutkan kabel 8 buah kabel di dalam, untuk pembuatan antara straight dan cross berbeda jadi berikut caranya.
    • Urutan kabel Straight 
    •  Urutan kabel cross 


       
                















    •  Setelah selesai mengurutkan kabel maka masuk ke tahap pemasukan 8 kabel jaringan tersebut ke dalam connector RJ-45 dangan cara jepitkan bagian pin pada tangan dengan bagian yang tidak ada bagian pengaitnya ada di depan dan lalu memasukkan ke dalam RJ-45 tersebut.
    • Kencangkan kabel yang telah dimasukkan menggunakan crimping tool 
    • Setelah selesai mengencangkan maka masuk ke tahap pengujian kabel
  
    • Kesimpulannya adalah jika Anda memasang kabel UTP tipe straight maka susunan warna pada kedua ujung kabel adalah sama. Sedangkan cara pemasangan UTP tipe cross, susunan warna ujung kabel pertama berbeda dengan unjung kabel kedua. Nanti jika dites menggunakan LAN tester, maka nantinya led 1, 2, 3 dan 6 akan saling bertukar. Kalau tipe straight menyalanya urutan, sedangkan tipe cross ada yang lompat-lompat. Tapi yang pasti harus menyala semua setiap led dari nomor 1 sampai 8.lihat gambar di atas.
Hasil yang Didapatkan
    Sudah bisa membuat secara mandiri dalam pembuatan kabel jaringan dengan pengurutan setiap pelaksanaan secara baik dan benar.

Temuan Permasalahan
     Tipe pemilihan kabel sangat mempengaruhi dalam membuat urutan kabel, semakin bagus tipe kabel maka dalam mengurutkan akan semakin mudah karena kabelnya sangat elastis.

Kesimpulan
     Kesimpulannya dalam pembuatan kabel lebih baik dilakukan dengan perasaan yang tenang karena pembuatan kabel sangat mempengaruhi kualitas jalur lalu lintas paket data yang bagus juga.

Referensi
      https://deenugraha.wordpress.com/about/membuat-kabel-utp-straight-cross/
      My Partner at BLC Telkom Klaten